Wednesday

Metafora by Nice

Sekerat akar mampu kuhulur padamu
Di saat dikau terkapai dan kelemasan
Di arus hidup yang tinggal sejengkal cuma
Katamu kau tak bisa berenang ke sana

Engkaulah teman tanpa sangsi dan curiga
Setelah aku mendengar lirih ratapmu
Harumnya sekuntum melati di embunan pagi
Sewaktu kita melewati sebidang tanah perkebunan
Persahabatan

Tersasar aku di dalam mentafsir
Aksara jujur dan ketelusan yang terpamer di wajahmu
Terlalu naïf untuk ku fahami
Metafora puisi dusta dan personafikasi

Sukarnya untuk aku membuktikan
Kebenaran yang berpihak padaku
Kerna peluang langsung tiada padaku
Sedarlah aku erti senyuman
Ada dendam yang tidak pernah padam
Pada lirik matamu ada pedang tajam yang merejam
Ohh….

Terima kasih atas pengalaman itu
Mengajak aku kembali mengenal diri
Terpaksa lagi menyusuri jalan-jalan sepi
Masih bisakah kutemui sekuntum melati mewangi yang tidak berduri


(^_^)

4 comments:

adilahamzah said...

lagu ni best didendangkan oleh sarah sendiri..
tenang je,biasa bangun pg2 dgr sarah menyanyi lagu ni.. =)

sarah said...

tp xla semerdu awk nyanyi kt bilik air..maklumla awk kan mentor sy..sy blaja dr awk je..

adilahamzah said...

hehe, nasib baik kenang jasa mentor..
ingatkan xnak puji td.. =')

Lukisan Hati said...

mane bleh x knang jasa,nnti ilmu hilang..